Mata katarak merupakan salah satu gangguan kesehatan mata yang tidak hanya jadi kasus kebutaan di Indonesia saja, melainkan juga dunia. Hal inilah yang membuat katarak mendapatkan perhatian cukup serius di bidang medis. Berbicara mengenai masalah kesehatan ini, sebenarnya asal katanya dari bahasa Yunani yang tak lain Cataracta.
Istilah tersebut berarti air terjun. Bukan tanpa alasan kenapa gangguan kesehatan mata ini disebut dengan istilah tersebut. Rupanya alasannya karena penderita mata katarak biasanya memiliki pandangan buram seperti di balik air terjun.
Pengertian Katarak
Katarak termasuk salah satu masalah penglihatan yang perlu diwaspadai. Untuk pengertiannya, mata katarak ialah kondisi medis yang bisa terjadi saat lensa jadi keruh. Hal ini karena protein yang jadi komponen pada lensa kondisinya sudah mengeras.
Kondisi tersebut biasanya karena faktor usia lantaran mengalami proses penuaan alami. Meski begitu, masalah kesehatan mata ini juga bisa menyerang kalangan muda. Misalnya karena efek samping obat, diabetes, kongenital, trauma mata dan mata minus tinggi.
Dalam kondisi normal, lensa mata biasanya jernih. Karena lensanya jadi keruh, maka menghalangi cahaya untuk masuk ke mata. Pada akhirnya, pandangan jadi silau, kabur atau ganda.
Apabila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja, maka bisa memicu kebutaan secara permanen. Oleh karena itu, perlu segera mengatasinya. Satu-satunya jalan yakni dengan melakukan tindakan operasi.
Jenis Operasi Mata Katarak
Pada umumnya, operasi katarak dibagi menjadi dua jenis. Salah satunya yaitu ECCE (Extracapsular Cataract Extraction). Jenis operasi ini berupa sayatan manual antara 10-12 mm. Tindakannya berlangsung 4-6 jahitan. Tujuan operasi ini yakni untuk mengeluarkan lensa keruh. Untuk waktu penyembuhannya pun cenderung lebih lama.
Lalu untuk jenis operasi kedua yakni phaco atau Phacoemulsification. Operasi berupa sayatan kecil sekitar 2-2,75 mm ini dilakukan pada kornea dengan mesin ultrasonik. Tujuannya untuk memecah lensa keruh lantas menyedot keluar langsung dari bola mata. Menariknya, jenis operasi ini memiliki waktu penyembuhan relatif singkat.
Perawatan Mata Pasca Operasi Katarak
Setelah menjalani operasi katarak, pasien perlu melakukan serangkaian perawatan yang perlu diperhatikan sebaik mungkin. Mulai dari menggunakan obat tetes mata sesuai saran dokter, mengikuti jadwal pemakaian obat, menggunakan pelindung mata hingga menghindari kebiasaan tertentu. Kebiasaan tersebut seperti halnya mengucek mata dan tidur namun posisinya menekan mata.
Setelah operasi, pasien seringkali merasa tidak nyaman karena mata seperti kering, berpasir atau tampak kemerahan. Kondisi ini wajar karena mata perlu waktu untuk adaptasi. Penyembuhan total biasanya butuh 4-6 minggu sampai penglihatan benar-benar jernih dan stabil.
Kondisi katarak tak bisa disepelekan begitu saja. Apabila hanya diabaikan tanpa ada perawatan medis, bisa berisiko buta secara permanen. Siapapun tentu tidak ingin mengalaminya bukan? Maka dari itu, pastikan langsung memberikan penanganan dengan operasi.

