Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Ini Penjelasannya

Metodologi penelitian dalam penulisan karya ilmiah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Sudahkah Anda tahu apa perbedaan keduanya?

Kedua metode penelitian ini memiliki cara tersendiri dalam menghadirkan data ilmiah yang dibutuhkan. Dalam bukunya berjudul “Metode Penelitian“, Prof. Dr. Sugiyono mengungkapkan bahwa metode penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki desain penelitian yang berbeda.

Untuk selengkapnya, berikut adalah pembahasan mengenai perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

1. Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menghasilkan data dari objek yang alamiah, bukan eksperimental.

Karenanya, si peneliti akan mencari dan mengumpulkan semua data yang berhubungan dengan topik yang dibahasnya itu agar bisa diselidikinya, digambarkan, dan dijelaskan seperti apa kondisi objek yang ditelitinya itu.

Adanya tindakan tersebut akan menghasilkan suatu jawaban yang objektif terkait permasalahan yang ditelitinya.

Metode penelitian kualitatif digunakan untuk membahas permasalahan yang jawabannya tidak dihasilkan dari angka (kuantitatif).

Desain yang dimiliki oleh penelitian kualitatif adalah bersifat umum, dinamis, dan fleksibel. Karenanya, selama proses penelitian itu masih dilakukan oleh peneliti, jawaban terkait topik itu pun akan terus berkembang.

Adanya desain tersebut membuat data yang dihasilkan dari penelitian kualitatif adalah akan banyak bersifat naratif. Hal ini dikarenakan banyaknya hal-hal menyangkut topik yang dibahas itu adalah mengenai kehidupan masyarakat, yang jawabannya tidak bisa dihadirkan hanya dengan menggunakan angka saja.

Oleh karenanya, fakta yang dihadirkan dari penelitian ini akan tergantung dari interpretasi peneliti dalam mengolah data yang ditemukannya. Peneliti haruslah netral dan tidak memihak selama menjabarkan hasil penelitiannya. Ia harus mengungkapkan apa adanya semua fakta yang diperolehnya.

Seperti contohnya, pada penelitian mengenai pengaruh rokok terhadap daya ingat perokoknya. Penelitian tersebut tidak bisa terjawab hanya dengan menggunakan data angka saja. Uraian dan data penjelas dibutuhkan untuk bisa menjawab persoalan tersebut.

Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terkait suatu hal, mendeskripsikan realitas, mengembangkan teori yang sudah ada, dan untuk mengetahui kompleksitas sosial.

Baca Juga:  Apa Isi Perjanjian Saragosa?

Terdapat berbagi istilah yang berhubungan penelitian kualitatif, diantaranya seperti etnografi, fenomenologi, dan studi kasus.

2. Metode Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk memperoleh data berupa angka. Sifat penelitian kuantitatif adalah terperinci dan terukur. Penelitian ini memiliki alur yang terencana sejak awal.

Peneliti yang menggunakan metode penelitian kuantitatif sebelum memulai penelitiannya, ia harus menyusun terlebih dahulu bagaimana skema penelitian yang akan dilakukannya.

Data yang dihasilkan dari penelitian kuantitatif adalah lebih banyak berupa angka.

Pada penelitian kuantitatif, fakta atau kebenaran akan dihasilkan dari objek yang diteliti. Peneliti harus berada pada posisi netral atau tidak memihak dalam mengungkapkan hasil penelitiannya. Ia harus menjabarkan apa adanya data yang telah diperolehnya.

Alur dari penelitian kuantitatif adalah dibangun dari teori yang kemudian darinya akan menghasilkan data baru ketika penelitian selesai dilakukan.

Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk memeroleh data berupa angka, yang darinya bisa menjelaskan hubungan antarvariabel, melakukan generalisasi terhadap suatu permasalahan, dan menguji teori.

Seperti contohnya adalah survei mengenai elektabilitas calon presiden di Indonesia untuk tahun 2024.

Dari dilakukannya penelitian tersebut, akan didapati fakta siapa saja nama yang muncul dan mendapatkan dukungan tinggi dari masyarakat untuk maju di pemilihan presiden Indonesia untuk tahun 2024.

Selain dari itu, data yang dihasilkan dari penelitian tersebut pun dapat menghadirkan jawaban mengapa nama-nama tersebut mendapatkan dukungan yang tinggi dari masyarakat.

Terdapat berbagai istilah yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif, diantaranya adalah regresi, korelasi, dan eksperimen.

Sekian, pembahasan mengenai perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif yang bisa Anda simak satu per satu dari uraian di atas. Semoga tulisan ini bisa membantu Anda dalam memahami perbedaan keduanya.

 

***

Sumber Foto: Pixabay/PublicDomainPictures