Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro: Pengertian hingga Prinsip

Jenis ekonomi terbagi menjadi dua macam, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Sudahkah Anda mendengar dua istilah ini? Lantas, apa perbedaan ekonomi mikro dan makro?

Ekonomi mikro merupakan kajian yang berhubungan dengan individu dan keputusan bisnis. Adapun ekonomi makro merupakan kajian yang berhubungan dengan keputusan negara dan pemerintah.

Walaupun, bentuk kedua cabang ekonomi ini terlihat seperti berbeda, tetapi keduanya saling bergantung dan melengkapi satu sama lain. Terdapat berbagai permasalahan yang di antara keduanya saling berkaitan dan pemecahan masalah pun tidak bisa saling mengabaikan.

Berikut adalah perbedaan ekonomi mikro dan makro yang dilansir dari investopedia.

A. Ekonomi Mikro

Ekonomi mikro merupakan kajian mengenai keputusan yang dibuat oleh orang dan bisnis tentang alokasi sumber daya dan harga, di mana mereka memperdagangkan barang dan jasa.

Dalam hal tersebut, kedudukan pajak, peraturan, dan undang-undang pemerintah turut dipertimbangkan dalam membuat keputusan ekonomi mikro.

Keberadaan penawaran, permintaan, dan kekuatan lain yang menentukan tingkat harga dalam perekonomian, merupakan fokus ekonomi mikro. Pendekatan secara bottom-up untuk kondisi tersebut dibutuhkan dalam menganalisis ekonomi.

Secara singkatnya, ekonomi mikro bisa diartikan sebagai usaha untuk mencoba memahami alokasi sumber daya manusia, pilihan, dan keputusan.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa keberadaan ekonomi mikro tidaklah bertujuan untuk mencoba menjawab ataupun menjelaskan kekuatan apa yang terjadi di pasar. Justru, ia hanya mencoba mencari dan menjelaskan apa pilihan terbaik terkait keberlangsungan kegiatan ekonominya ketika menghadapi berbagai situasi yang ada.

Seperti contohnya, sebuah perusahaan di bidang konstruksi baru berdiri selama 5 tahun, namun ia berhasil mendapat kepercayaan tinggi secara nasional sehingga keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut telah mengalahkan perusahaan konstruksi pesaingnya yang lebih lama berdiri.

Ekonomi mikro akan meneliti apa sebab-sebab yang melatari kondisi perusahaan tersebut bisa memeroleh kesuksesan dan bagaimana tahapan yang dilakukan oleh perusahaan itu dalam mengembangkan bisnisnya.

Semua informasi tentang perusahan konstruksi sukses itu akan didapatkan setelah melakukan penelitian. Ini adalah salah satu contoh dari fokus kajian yang dilakukan dari ekonomi mikro.

Ekonomi mikro akan melibatkan beberapa prinsip utama dalam kajiannya, seperti diantaranya sebagai berikut.

1. Permintaan, Penawaran, dan Ekuilibrium

Adanya penawaran dan permintaan akan menentukan harga dari suatu barang. Semakin tinggi permintaan dari konsumen terhadap suatu produk, maka harga yang muncul pun akan sebanding dengan permintaan tersebut yaitu tinggi pula. Ini adalah hukum dasar ekonomi.

Pada pasar persaingan sempurna jika ada permintaan dari konsumen, siapa pun pemasok pada mulanya akan menawarkan harga yang sama seperti yang diminta oleh konsumen.

Setelahnya, harga yang ada akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan mulai dari biaya produksi, distribusi, dan stok barang yang tersedia. Inilah yang menciptakan keseimbangan ekonomi.

Baca Juga:  Apa Fungsi Teks Prosedur? Simak Struktur dan Jenis-jenisnya Berikut

2. Teori Produksi

Pada prinsip ini, kajian ekonomi mikro akan berfokus mengenai bagaimana cara dari suatu barang dan jasa, dibuat atau diproduksi. Prinsip ini akan membedah secara rinci bagaimana proses pembuatan dari suatu produk dan jasa dilakukan.

3. Biaya Produksi

Menurut prinsip ini, biaya produksi akan memengaruhi harga dari barang atau jasa yang ditawarkan. Sumber daya yang dihadirkan selama kegiatan produksi akan menentukan harga pokok dari suatu barang atau jasa.

4. Ekonomi Tenaga Kerja

Pada prinsip ini kajian ekonomi mikro akan berfokus pada hubungan antara pekerja, pekerjaan, dan pengusaha. Darinya akan didapati data mengenai bagaimana pola upah, pekerjaan, dan pendapatan yang dihadirkan dari suatu perusahaan.

B. Ekonomi Makro

Ekonomi makro merupakan kajian mengenai bagaimana perilaku dan kebijakan dari suatu negara bisa berdampak untuk ekonomi secara keseluruhan.

Ekonomi makro akan menganalisis bagaimana keadaan industri dan ekonomi yang berada di suatu negara secara keseluruhan, bukan hanya individu ataupun perusahaan tertentu. Karenanya, pendekatan top-down dibutuhkan oleh ekonomi mikro.

Contohnya, seperti pada pertanyaan, “Bagaimana seharusnya tingkat inflasi pada tahun ini?” ataupun “Apa saja penyebab ekspor tahun ini menurun drastis?”. Semua pertanyaan ini merupakan pembahasan dari ekonomi makro.

Ekonomi makro akan menganalisis secara rinci hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi secara keseluruhan di suatu negara. Seperti, bagaimana kondisi peningkatan atau penurunan ekspor neto, bisa berdampak untuk neraca modal suatu negara. Ataupun, bagaimana kondisi Produk Domestik Bruto (PDB) bisa dipengaruhi oleh tingkat pengangguran.

Fokus kinerja ekonomi makro adalah agregat dan korelasi ekonometrik. Inilah yang menjadi alasan mengapa suatu pemerintah beserta lembaga pemerintahannya selalu mengandalkan ekonomi makro dalam hal merumuskan seperti apa kebijakan ekonomi dan fiskal yang harus diberlakukan.

Terlepas dari apa pun fokus kinerja ekonomi makro, data yang dihasilkannya tidaklah selalu menjadi peluang untuk investasi tertentu.

Pendiri ekonomi makro, John Maynard Keynes, merupakan orang yang pertama kali memakai agregat moneter sebagai indikator dalam mempelajari fenomena ekonomi yang luas. Dalam perjalanan teori ini, terdapat beberapa ekonom yang telah membantah teorinya. Sementara itu, untuk orang yang mendukung teori ini mengatakan bahwa salah penafsiran dari karyanya adalah sebab mengapa ada bantahan teori.

Demikian, penjelasan mengenai perbedaan ekonomi mikro dan makro dari mulai pengertian dan prinsip yang dimiliki keduanya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa!

 

***

Sumber Foto: Pixabay/jplenio