Petra: Kota Kuno yang Megah dengan Arsitektur dan Sistem Pengelolaan Air yang Unik

Petra adalah sebuah kota kuno yang menjadi pusat Kerajaan Arab pada zaman hellenistik dan Romawi. Kota ini terletak di jantung Gunung Sara di Kerajaan Arab. Petra terkenal dengan arsitektur bangunannya yang dipahat pada tebing batuan besar, serta sistem pengelolaan air yang unik.

Grooming Sugar Glider

Salah satu keunikan arsitektur yang sulit disaingi di Petra adalah bangunan-bangunannya yang dipahat pada tebing batuan besar. Proses pahatan dilakukan dengan teliti dan detail, menciptakan struktur yang megah dan menakjubkan. Meskipun telah terkena abrasi alam dan sebagian hilang akibat gempa bumi, Petra tetap mempertahankan keindahannya dan menarik banyak wisatawan setiap tahun.

Selain arsitektur yang megah, Petra juga memiliki sistem pengelolaan air yang unik. Orang-orang Nabatea, yang membangun kota ini, menciptakan saluran bendungan dan tangki air untuk menghadapi keterbatasan curah hujan di daerah tersebut. Sistem ini memungkinkan mereka untuk memanen, menyimpan, dan menyebarkan air hujan dengan efisien, sehingga menjaga kelangsungan hidup kota ini.

Petra memiliki sejarah yang kaya. Pada tahun 312 SM, Kota Petra menjadi ibu kota kerajaan Nabatea. Kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang melibatkan wilayah seperti Cina, Mesir, Yunani, dan India. Populasi kota Petra berkisar antara 10.000 hingga 30.000 penduduk, menunjukkan pentingnya peran kota ini dalam perdagangan regional pada masa lalu.

RajaBackLink.com

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, Petra mengalami kepunahan peradaban. Kota ini terkena gempa bumi yang merusak sebagian bangunannya. Saat ini, hanya sekitar 15% dari kota Petra yang dapat dilihat. Meskipun demikian, situs warisan dunia Petra tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Pada tahun 1985, Petra ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menjadi bukti keunikan dan pentingnya kota Petra dalam sejarah manusia. Bahkan, Petra juga menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia baru versi UNESCO. Upaya dilakukan untuk melindungi reruntuhan Petra dari kerusakan akibat faktor lingkungan, seperti pengaruh cuaca dan kegiatan manusia.

Baca Juga:  Santerra De Laponte Malang: Liburan Keluarga Asri dan Terjangkau di Pujon Malang

Gunung Jabal Harun di sekitar Petra juga memiliki makna historis. Tempat ini menjadi persemayaman Harun, seorang tokoh penting dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Keberadaan makam Harun menambah nilai spiritual dan keagamaan bagi wisatawan yang mengunjungi Petra.

Petra telah menjadi tujuan pariwisata yang populer. Keindahan arsitektur, sejarah kota yang dulu berjaya, dan sistem pengelolaan air yang unik membuat Petra menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Meskipun terletak di bawah permukaan bumi, jika digali, Petra dapat menjadi sumber penemuan besar sepanjang sejarah manusia.

Di akhir kunjungan mereka, para wisatawan meninggalkan Petra dengan kagum dan kekaguman atas keajaiban yang tersembunyi dalam kota ini. Jadi, jika Anda mencari petualangan sejarah yang menakjubkan, Petra adalah tujuan yang sempurna untuk Anda kunjungi.