Cara Metamorfosis pada Belalang

Dalam siklus hidupnya, belalang melakukan metamorfosis untuk mengubah bentuk tubuhnya. Proses metamorfosis belalang pun berjalan dalam beberapa tahapan dengan periode yang berbeda-beda. Lalu, bagaimanakah proses metamorfosis yang harus dilalui belalang?

Mengenal Lebih Jauh Tentang Belalang 

Secara garis besar, belalang merupakan salah satu serangga herbivora yang cukup populer sebagai hama degan kemampuan melompat yang mumpuni. Konon, belalang mampu melompat hingga 20 kali dari panjang tubuhnya sendiri.

Belalang pada umumnya memiliki tubuh berwarna cokelat atau hijau. Belalang sendiri erat kaitannya dengan kecoa dan jangkrik jika dilihat dari riwayat biologisnya. Pun, hewan satu ini termasuk dalam kelompok serangga Orthoptera dan sudah memiliki lebih dari 20.000 spesies berbeda.

Klasifikasi Belalang Secara Umum

Belalang dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berikut.

  1. Kingdom: Animalia
  2. Class: Insecta
  3. Phylum: Arthropoda
  4. Order: Orthoptera
  5. Suborder: Caelifera
  6. Scientific Name: Melanoplus differentialis
  7. Common Name: Grasshopper

Tahapan Metamorfosis Pada Belalang

Di bawah ini merupakan sejumlah proses metamorfosis pada belalang yang perlu diketahui.

1. Proses Telur

Umumnya, belalang betina bakal bertelur dan telur-telur yang dikandungnya akan terbungkus dalam karung berkulit kerang. Diketahui, dalam satu periode pembiakan, belalang bisa membuat hingga lebih dari 10 karung sekaligus. Mereka kemudian akan menyembunyikan telur-telurnya diantara dedaunan yang berguguran ataupun di dalam tanah.

Biasanya dalam setiap karung akan ada 10-300 buah telur yang berbentuk butiran keras. Setelah itu, nymph akan menetas dan berubah menjadi nymph. Telur belalang sendiri bisa berada pada keadaan dorman di musim gugur nan sejuk, utamanya di negara yang mengalami 4 musim.

2. Proses Nimfa

Setelah menetas, Nimfa instar pertama atau nimfa muda akan memakan dedaunan yang lembab dan lembut. Nimfa sendiri merupakan istilah untuk merujuk versi miniatur dari belalang dewasa. Pada tahap ini, nimfa memiliki karakteristik berwarna cerah dan belum mempunyai sayap.

Nimfa akan mengalami setidaknya 5-6 proses penggantian kulit, serta berubah bentuk dan struktur, sebelum akhirnya berubah menjadi dewasa. Perubahan-perubahan ini terjadi selama kurang lebih 5-10 hari lamanya, tergantung pada jenis spesies dan keadaan cuaca di tempatnya bertumbuh.

Baca Juga:  Cara Berjualan di Shopee untuk Pemula

3. Proses Imago atau Dewasa Belalang

Setelah 25-30 hari, sayap lengkap akan mulai terbentuk dan nymph berubah menjadi belalang dewasa. Kabarnya, jangka waktu perkembangan telur belalang hingga bisa menjadi dewasa berlangsung sekitar 11 bulan. Adapun belalang yang sudah dewasa tadi bisa mulai mengawan selama 15 hari dan hidup hingga 30 hari.

Anatomi dan Morfologi Belalang

Jika diteliti lebih jauh, tubuh belalang terdiri dari 3 bagian utama yang meliputi kepala, thorax (dada), dan abdomen (perut). Selain itu, belalang juga akan mempunyai 6 buah kaki bersendi, 2 antena, dan 2 pasang sayap lengkap.

Kaki belalang yang cukup panjang akan digunakan untuk melompat kesana-kemari, sementara kaki depannya yang berukuran lebih pendek biasa digunakan utnuk berjalan. Menariknya, meskipun belalang tidak memiliki telinga, mereka masih bisa mendengar suara di sekitarnya. Adapun alat pendengar yang dimiliki belalang disebut sebagai tympanum dan berada di abdomen dekat sayap nya.

Lebih jauh, tympanum memiliki bentuk seperti disk bulat besar yang terbentuk atas beberapa prosesor dan saraf yang dapat dimanfaatkan untuk memantau getaran di udara. Sehingga secara fungsional, tympanum mirip seperti gendang telinga pada manusia.

Belalang akan bernafas menggunakan trakeanya. Belalang juga memiliki 5 mata yang terdiri dari 2 compound eye dan 3 ocelli. Belalang masuk dalam kategori hewan berkerangka luar seperti halnya lobster dan kepiting.

Sistem Reproduksi Pada Belalang

Organ reproduksi yang dimiliki belalang jantan umum disebut aedeagus. Selama proses reproduksi berlangsung, belalang jantan bakal memasukkan satu paket berisi sperma (spermatophore) ke dalam ovipositor belalang betina. Kemudian, sperma akan masuk ke sel telur lewat saluran halus berjuluk micropyles.

Usai telur berhasil dibuahi, belalang betina bakal menanamkan telurnya sekitar 1-2 inch di dalam tanah menggunakan ovipositornya. Nantinya, belalang betina akan bertelur dalam interval 3-4 hari sampai seluruh telurnya dikeluarkan.

Itulah beberapa informasi terkait karakteristik berikut cara perkembangbiakan belalang yang begitu menarik untuk dipelajari.