LASIK Mata, Tindakan Medis Sebagai Solusi Penglihatan Kabur

Salah satu solusi yang populer untuk mengatasi gangguan penglihatan adalah operasi LASIK alias Laser-Assited In Situ Keratomileusis. Metode ini menggunakan laser untuk memperbaiki fungsi penglihatan mata dengan membentuk ulang kornea. Dengan operasi ini, cahaya dapat fokus dengan lebih baik pada retina, mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan akan kacamata atau lensa kontak.

Grooming Sugar Glider

Kesehatan mata adalah hal yang sangat penting. Terutama di zaman ini di mana penggunaan gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Gangguan penglihatan seringkali disebabkan oleh penggunaan gadget secara berlebihan. Sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah mulai dari ketegangan dan kelelahan pada mata, hingga masalah serius. Seperti mata kabur, kering, dan bahkan dapat memicu rasa sakit pada leher dan pundak.

Prosedur LASIK Mata

Prosedur operasi Laser-Assited In Situ Keratomileusis melibatkan penggunaan tetes mata khusus untuk membuat mata mati rasa. Kemudian kornea diperbaiki dengan menggunakan laser. Lapisan luar kornea yang tipis akan dipotong dengan alat khusus, namun tidak sepenuhnya dihapus. Melainkan ditarik kembali untuk memperbaiki bagian di bawahnya.

Setiap pasien memiliki kebutuhan dan masalah penglihatan yang berbeda-beda, sehingga proses pembentukan kornea disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Namun, sebelum menjalani operasi ini, konsultasikan dengan dokter mata untuk memastikan kecocokan dan memahami kemungkinan efek samping. Seperti mata melotot, penglihatan ganda, gangguan penglihatan di malam hari, atau potensi komplikasi dan infeksi kornea.

RajaBackLink.com

Ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi sebelum menjalani operasi LASIK, seperti usia minimal 18 tahun, kondisi mata yang sehat, dan tidak sedang hamil atau menyusui. Juga, kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, glaukoma, lupus, arthritis, herpes di sekitar mata, atau katarak perlu diperhatikan sebelum menjalani prosedur ini.

Meskipun operasi Laser-Assited In Situ Keratomileusis memiliki risiko dan komplikasi, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari prosedur ini. Operasi ini efektif dalam mengoreksi kesalahan bias pada mata, seperti rabun dekat atau jauh, dengan minim rasa sakit dan pemulihan yang cepat. 

Selain itu, prosedur ini dapat membebaskan pasien dari ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak. Sehingga sangat menguntungkan bagi mereka yang memiliki alergi atau membutuhkan keterbatasan visual dalam pekerjaan mereka.

Gangguan Mata yang Bisa Disembuhkan dengan Laser-Assited In Situ Keratomileusis

Operasi LASIK mata merupakan sebuah tindakan revolusioner dalam perbaikan penglihatan, telah membantu individu yang menderita gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopi) dan astigmatisme. Rabun jauh, sebuah kondisi di mana objek terlihat jelas saat dekat namun kabur ketika dijauhkan, terjadi karena panjang bola mata yang berlebihan atau kelengkungan kornea yang berlebihan, mengakibatkan bayangan benda fokus di depan retina.

Baca Juga:  ROG Strix Scar 16, Pilihan Laptop Terbaik untuk Gamer Profesional

Biasanya, rabun jauh mulai muncul pada masa sekolah hingga remaja. Faktor keturunan dan gaya hidup, seperti kebiasaan membaca, menonton televisi, atau penggunaan komputer yang tidak tepat, dapat menjadi penyebab utama kondisi ini. Pengobatan tradisional menggunakan kacamata atau lensa kontak sering kali menjadi solusi, namun, beberapa individu merasa terganggu dengan ketergantungan pada alat bantu penglihatan tersebut.

Dalam konteks ini, operasi LASIK menawarkan alternatif yang menjanjikan. Prosedur ini merestrukturisasi kelengkungan kornea, membebaskan pasien dari ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak. Dengan demikian, operasi ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin menikmati penglihatan yang lebih baik dan bebas dari alat bantu penglihatan.

Selain rabun jauh, astigmatisme juga merupakan kondisi mata yang dapat diatasi melalui operasi Laser-Assited In Situ Keratomileusis. Astigmatisme terjadi karena kelengkungan tidak merata pada kornea. Ini menyebabkan cahaya yang jatuh ke retina terpecah dan mengakibatkan pandangan kabur atau berganda. Ada dua jenis astigmatisme: regular, di mana kelengkungan kornea tidak merata pada satu sisi. Sementara irregular, di mana ketidakrataan kornea terjadi di seluruh permukaannya.

Prosedur operasi untuk astigmatisme mengatur bentuk kornea yang tidak simetris menjadi lebih normal dan simetris. Ini membantu dalam perbaikan penglihatan, memungkinkan cahaya untuk difokuskan secara tepat pada retina. Dengan demikian, individu yang menderita astigmatisme juga dapat memperoleh manfaat dari prosedur Laser-Assited In Situ Keratomileusis. Sehingga bisa mendapatkan penglihatan yang lebih baik dan bebas dari ketidaknyamanan penggunaan kacamata atau lensa kontak.

Penutup

Operasi LASIK mata memang memberikan solusi bagi individu yang ingin mengatasi gangguan penglihatan mereka. Tanpa ketergantungan pada alat bantu penglihatan tradisional. Dengan teknologi ini, mereka dapat menikmati kehidupan dengan penglihatan yang lebih tajam dan bebas dari hambatan yang mungkin diakibatkan oleh rabun jauh atau astigmatisme.