Mengenal Apa itu Konjungsi Temporal, serta Jenis dan Contohnya

Apabila kita mengamati penggunaan bahasa Indonesia, maka akan sering didapati kata hubung atau disebut juga dengan 'konjungsi'. Tahukah Anda bahwa konjungsi itu terdapat bermacam jenis, termasuk salah satunya adalah konjungsi temporal?

Jenis-jenis konjungsi pada tata bahasa Indonesia terdapat banyak. Seperti, diantaranya adalah konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi temporal. Khusus mengenai konjungsi temporal, mari kita simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

Pengertian Konjungsi Temporal

Melansir dari sebuah jurnal bertahun 2016 yang berjudul “Aspek Kohesi Konjungsi dalam Wacana Opini pada Majalah Tempo dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia“, Sulis Setiawati dan Heppy Atma Pratiwi memberi penjelasan mengenai pengertian konjungsi temporal.

Inilah pengertian konjungsi temporal yang dijelaskan oleh Sulis Setiawati dan Heppy Atma Pratiwi, yaitu “hubungan atau pertalian waktu antara proposisi dengan proposisi yang lain menunjukkan terjadinya peristiwa dari tahap awal dan dilanjutkan dengan tahap berikutnya”.

Secara sederhana berdasarkan pengertian di atas, konjungsi temporal dapat kita artikan sebagai kata penghubung dalam penggunaan bahasa Indonesia yang berkaitan dengan waktu.

Agar kita memahami lebih lanjut apa maksud dari pengertian di atas, mari kita simak penjelasan berikutnya mengenai jenis-jenis konjungsi temporal beserta contohnya.

Jenis-Jenis Konjungsi Temporal

Jenis konjungsi temporal ada dua macam, yaitu konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat. Berikut adalah penjelasan mengenai keduanya.

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Yulino Indra menjelaskan bahwa konjungsi temporal sederajat tidak boleh diletakkan di awal ataupun di akhir kalimat. Hal itu disebabkan karena fungsi konjungsi temporal sederajat adalah menghubungkan kalimat majemuk yang setara kedudukannya.

Penjelasan dari Yulino Indra di atas, terdapat dalam jurnal berjudul “Piranti Kohesi pada Konjungsi: Kajian Kasus Tulisan Murid Sekolah Dasar di Bukittinggi“. Jurnal tersebut dirilis pada tahun 2017.

Selain itu, fungsi dari konjungsi temporal adalah untuk menghubungkan dua kalimat berdampingan yang menunjukkan adanya hubungan waktu terkait suatu perbuatan yang dijelaskan di dua kalimat tersebut.

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Abdul Chaer dalam bukunya berjudul “Bahasa Praktis Bahasa Indonesia” yang rilis tahun 2011.

Pada buku tersebut disebutkan bahwa jenis konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat dengan makna menyatakan bahwa perbuatan pada klausa yang satu terjadi atau berlangsung dalam waktu yang disebutkan oleh klausa kedua.

Berikut adalah contoh konjungsi temporal sederajat:
“lalu”, “setelahnya”, “kemudian”, dan selanjutnya”.

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Fungsi dari konjungsi temporal tidak sederajat adalah untuk menghubungkan kalimat majemuk yang memiliki kedudukan bertingkat.

Jenis konjungsi ini biasanya ditempatkan secara acak, yaitu bisa di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat.

Contoh konjungsi temporal tidak sederajat yaitu:
“apabila”, “selama”, “sambil”, “hingga”, “sejak”, “semenjak”, “sementara”.

Demikian, penjelasan mengenai konjungsi temporal, mulai dari pengertian konjungsi temporal, jenis konjungsi temporal serta contoh konjungsi temporal.

Agar Anda bisa mendalami lebih baik lagi, Anda bisa langsung coba praktik dengan mengambil sumber bacaan apapun, lalu temukanlah contoh-contoh dari konjungsi temporal di atas yang ada di sana. Anda pun bisa sambil menyebutkan apa nama jenis konjungsi temporalnya.

Ingat, tidak ada kata instan dalam belajar! Maka, tak bedanya dengan hidup yang butuh usaha, begitupula dalam belajar. Belajar membutuhkan usaha.

Usaha yang kita keluarkan saat belajar, akan menentukan hasil akhir yang akan kita dapat. Selamat mencoba untuk mempraktikkan dan semoga bermanfaat!

 

***

Sumber Foto: Pixabay/Mysticsartdesign