Apa yang Dimaksud dengan Penyakit Ain?

Beberapa waktu lalu, informasi mengenai penyakit ain menjadi perbincangan yang panas di Indonesia. Hal ini dimulai ketika kabar mengenai pasangan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar yang harus kehilangan bayinya di usia kandungan yang baru mencapai 5 minggu 3 hari.

Cukup banyak warganet yang menyimpulkan bahwa apa yang dialami pasangan tersebut ada kaitannya dengan penyakit ain. Lalu, apa itu sebenarnya penyakit ain? Dan bagaimana cara untuk menghindarinya?

Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Ain

Bagi umat muslim, penyakit ain bukanlah hal yang asing untuk didengar. Secara umum, penyakit ini merujuk pada gangguan yang diakibatkan oleh pandangan mata orang lain dengan disertai perasaan iri dan dengki.

Konon, pandangan mata dapat mempengaruhi perasaan berikut pikiran hingga berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Bisa disimpulkan, penyakit ain merupakan penyakit yang dapat memimpa seseorang sebagai akibat menjadikan orang lain mempunyai kecemburuan besar pada mereka.

Pandangan Nabi Muhammad SAW Mengenai Penyakit Ain

Penyakit ain sendiri sudah dikenal jauh sejak zaman Nabi. Melalui Hadist Riwayat Muslim No 2188, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, “Penyakit ain memang benar-benar ada. Seandainya terdapat sesuatu yang dapat mendahului takdir, maka ain dapat melakukannya.”

Menanggapi fenomena tersebut, Nabi Muhammad SAW sempat menyarankan bahwa seseorang yang mengalami penyakit ain dapat diruqyah untuk menyembuhkan penyakitnya. Sebagaimana dikisahkan dalam HR. Al-Bukhari dan Muslim, Nabi pernah melihat salah seorang anak perempuan Ummu Salamah r.a. yang masih kecil memiliki wajah dengan kecenderungan berwarna hitam. Kemudian, Nabi memberi saran agar anak perempuan tersebut diruqyah karena terkena penyakit ain (nadzarah).

Cara Mencegah Penyakit Ain

Asal mula penyakit ain ialah timbulnya hasad atau perasaan iri dan dengki atas suatu hal yang dimiliki oleh orang lain. Seseorang yang mempunyai perasaan tersebut pasti akan memiliki pandangan penuh kebencian atas kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Adapun cara mencegah nadzarah ialah dengan mendoakan keberkahan dan senantiasa meminta perlindungan dari Allah SWT.

Baca Juga:  Contoh Larutan Elektrolit

Diriwayatkan dalam QS. An Nasa-i No 10872 dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih An-Nasa-i, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian melihat suatu hal yang menakjubkan dari saudaranya, maka doakan keberhakan baginya, sebab ain itu benar adanya.”

Hal paling utama yang bisa dilakukan untuk menghindari nadzarah adalah menghilangkan perasaan hasad. Sesuai dengan apa yang termaktub pada QS. An Nisa': 32, “Dan Janganlah kamu merasa iri atas apa yang dikaruniakan Allah pada sebagian kamu lebih dari sebagian yang lain. Sebab bagi seorang laki-laki terdapat bahagian dari apa yang diusahakan oleh mereka, dan bagi wanita ada bahagian atas apa yang mereka usahakan juga, dan mohonlah kepada Allah sebagian karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Doa Agar Terhindari dari Penyakit Ain

Penyakit ain sejatinya bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali. Oleh sebab itu, setiap orang harus senantiasa berdoa supaya terhindari dari penyakit ini, serta mendapat perlindungan dari Allah SWT. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, berikut merupakan doa agar terhindar dari ain.

“U'iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah”

Yang artinya, “Aku memohon perlindungan-Mu dengan kalimat Allah yang sempurna, dari berbagai gangguan setan, binatang pengganggu, serta dari pandangan mata yang buruk.”

Sekian informasi mengenai apa itu penyakit ain lengkap dengan cara untuk mencegahnya. Semoga kita senantiasa diberi perlindungan oleh Allah dari pandangan mata yang buruk.

 

Sumber gambar: iStock Free Image