Mengenal FIBA, Induk Organisasi Bola Basket Internasional

Setiap cabang olahraga pasti memiliki induk organisasi, begitupun dalam olahraga bola basket. Induk organisasi bola basket internasional adalah Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).

FIBA memiliki tugas dan wewenang untuk mengatur setiap peraturan yang berkaitan dengan olahraga bola basket. Sebagai induk organisasi bola basket internasional, FIBA berwenang penuh dalam mengatur seluruh regulasi yang menyangkut dengan olahraga asal Negeri Paman Sam ini.

Spesifikasi mengenai peralatan dan fasilitas yang digunakan dalam olahraga bola basket merupakan salah satu contoh di antara regulasi yang telah ditetapkan oleh FIBA di kancah dunia.

Selain bertugas untuk mengatur segala regulasi yang berkaitan dengan olahraga bola basket internasional, FIBA juga bertugas untuk menyelenggarakan kompetisi bola basket internasional berikut dengan segala hal teknis yang menyangkut dengan pagelaran kompetisi itu.

Hal-hal teknis yang menyangkut dengan kompetisi bola basket internasional adalah pengaturan tentang mekanisme transfer para pemain lintas negara, serta pengawasan terhadap penugasan wasit yang ditunjuk dalam memimpin laga bola basket internasional.

Hingga saat ini, FIBA telah menjadi induk organisasi bola basket internasional untuk lima zona, yaitu Afrika, Amerika, Asia, Eropa, dan Osenia.

Terdapat 212 anggota dalam lima zona tersebut yang telah dipimpin oleh FIBA hingga saat ini.

Sebagai induk organisasi bola basket internasional, FIBA menggelar secara rutin turnamen bola basket internasional. Turnamen tersebut adalah Kejuaraan Dunia FIBA dan Kejuaraan Bola Basket dalam Olimpiade.

Dua turnamen di atas adalah kejuaraan yang mempertemukan antarnegara. Adapun kejuaraan untuk mempertemukan antarklub bola basket tingkat dunia adalah Kejuaraan Dunia Antarklub FIBA.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengakui FIBA sebagai satu-satunya otoritas dalam dunia bola basket.

Pengakuan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) inilah yang menjadi gerbang besar bagi FIBA untuk bisa menduduki posisi sebagai induk organisasi bola basket internasional.

Sejarah Berdirinya FIBA

FIBA didirikan pada 18 Juni 1932. Pada tahun tersebut hingga tahun 1934, olahraga bola basket masih belum berada di bawah naungan FIBA.

Baca Juga:  Profil Negara ASEAN dari Indonesia hingga Kamboja

Olahraga bola basket sebelum tahun 1934, berada di bawah naungan Federasi Internasional Bolatangan Amatir.

Ada 8 asosiasi bola basket yang menginisiasi berdirinya FIBA. Kedelapan asosiasi inilah yang mengupayakan FIBA untuk bisa berdiri sebagai induk organisasi bola basket internasional.

Delapan asosiasi tersebut berasal dari berbagai negara. Negara asal dari 8 asosiasi itu adalah berasal dari Argentina, Portugal, Swiss, Ceko, Italia, Rumania, Latvia, dan Yunani.

Kedelapan asosiasi ini pada mulanya di masa itu tergabung ke dalam organisasi bernama Federation Internationale de Basketball Amateur.

Pada tahun 1934, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberi pengakuan bahwa FIBA merupakan satu-satunya otoritas dalam dunia basket.

Sejak masa itu, FIBA bertugas dan berwenang dalam mengatur segala hal yang berkaitan dengan olahraga basket internasional.

Sebagai organisasi induk bola basket internasional, FIBA pada tahun 1935 sempat menunjuk James Naismith sebagai Presiden Kehormatan FIBA. Ia adalah pencipta olahraga bola basket. Penunjukkan itu terjadi ketika berlangsungnya Olimpiade Musim Panas di Berlin.

Jabatan Presiden FIBA pada saat ini diemban oleh Hamane Hiang. Ia adalah politisi asal Mali.

Hamane Hiang menjabat sebagai Presiden FIBA sejak 29 Agustus 2019. Hamane akan berada di posisi Presiden FIBA hingga tahun 2023.

Demikian, sejarah umum berdirinya FIBA hingga saat ini. Anda sekarang mengetahui bahwa berdirinya FIBA sebagai induk organisasi bola basket internasional, tidak lepas dari peran 8 asosiasi olahraga bola basket pada masa itu.

***

Sumber Foto: Pixabay/12019