Perpindahan Kalor: Pengertian, Macam-Macam dan Contohnya

Pertanyaan-pertanyaan seperti apa itu perpindahan kalor sering kita temui selama masa sekolah. Mulai dari sekolah menengah pertama hingga lanjutan, pembahasan seperti ini akan terus muncul dalam pembelajaran. Pun, bagaimana aplikasi dan contoh dari perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, kalor mempunyai satuan internasional yang berjuluk Joule. Kalor sendiri merupakan bentuk energi panas atau merujuk pada jumlah panas yang dimiliki oleh sebuah benda. Sementara itu, perpindahan kalor diartikan sebagai kalor yang bisa berpindah dari suatu benda dengan suhu tinggi, ke benda lain yang mempunyai suhu lebih rendah.

Perpindahan kalor pada dasarnya mempunyai 3 jenis perpindahan yang meliputi konvensi, konduksi, dan radiasi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada berbagai macam peristiwa yang melibatkan perpindahan kalor. Lebih detail, berikut merupakan penjelasan terkait perpindahan kalor dan macam-macam perpindahan kalor, lengkap dengan contohnya.

1. Konduksi atau Aliran

Konduksi atau yang juga sering disebut aliran menjadi jenis perpindahan kalor pertama yang patut diketahui. Secara garis besar, konduksi dapat diartikan sebagai perpindahan panas dengan melalui zat padat yang tidak turut serta mengalami perpindahan. Misalnya saja, ketika ujung sebuah logam dipanaskan di atas bara api, maka bagian ujung yang lainnya akan ikut menjadi panas.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa panas atau kalor akan berpindah dari ujung logam yang dipanaskan dan mempunyai suhu tinggi, ke ujung logam lainnya yang notabene memiliki suhu lebih rendah. Adapun contoh lain dari konduksi adalah tutup panci yang akan ikut memanas saat digunakan untuk menutup panci saat memasak.

2. Konveksi atau Hantaran

Selanjutnya adalah konveksi atau yang biasa disebut sebagai hantaran. Secara harfiah, istilah konveksi bisa diartikan sebagai perpindahan panas dengan melewati aliran yang dimana zat perantaranya ikut berpindah dari satu benda ke benda lainnya. Fenomena konveksi sendiri cukup sering terjadi pada gas dan zat cair. Sebagai contoh, air yang dipanaskan di atas api akan memuai, akibatnya masa jenisnya bakal berkurang. Lebih lanjut, karena massa jenis zat cair berkurang, air akan bergerak ke atas.

Baca Juga:  Apa yang Dimaksud dengan Penyakit Ain?

Disamping itu, konveksi jgua bisa terjadi pada gas saat udara panas di sekitarnya meningkat, sementara udara dengan temperatur lebih dingin jumlahnya menurun. Contoh dari konveksi gas atau udara bisa terjadi saat angin laut dan angin darat di sekitar pantai bergerak. Fakta bahwa daratan akan menyerap panas lebih cepat daripada lautan membuat udara panas dari darah bergerak ke laut, dan bertemu udara lautan yang lebih rendah. Saat keduanya bertabrakan, maka akan tercipta ombak. Selain itu, ada juga contoh konveksi lain seperti asap cerobong pabrik dan gerakan balon udara. 

3. Radiasi atau Pancaran

Radiasi atau pancaran ialah perpindahan panas tanpa disertai zat perantara. Umumnya, radiasi yang diserap atau dipancarkan oleh suatu benda akan bergantung pada warna dari benda itu sendiri. Sebuah benda yang mempunyai warna terang memiliki kecenderungan sebagai penyerap atau pemancar kalor yang buruk, sementara benda dengan warna gelap seperti hitam bakal menjadi penyerap panas yang lebih baik.

Sebagai ilustrasi, saat seseorang memakai baju berwarna hitam di siang hari, tubuhnya akan terasa lebih cepat panas dibandingkan dengan saat ia mengenakan pakaian berwarna cerah. Atau, tubuh yang akan terasa lebih hangat saat berada di dekat api unggun, atau bisa juga dengan pakaian yang akan cepat kering jika dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Demikian merupakan pengertian perpindahan kalor. Apakah kalian sudah paham dengan macam-macam berserta contoh perpindahan kalor di kehidupan sehari-hari?

Itulah beberapa jenis perpindahan kalor lengkap dengan contohnya yang bisa Anda pelajari dengan baik.

 

Sumber gambar: Pexels Free Image