Strategi Pelestarian dan Pengelolaan Sungai Ciliwung di Jakarta dan Depok

Sungai Ciliwung adalah salah satu sungai yang terletak di Jakarta dan Depok. Sungai ini memiliki keberagaman fauna asli, seperti biawak, ular, dan berang-berang air. Namun, meskipun terdapat fauna asli yang menghuni sungai Ciliwung, sungai ini masih menghadapi masalah serius terkait sampah yang mengalir ke arah Depok, termasuk sampah-sampah yang terbawa setelah terjadinya banjir.

Grooming Sugar Glider

Untuk mengatasi masalah tersebut, Komunitas Sungai Ciliwung Depok, yang juga dikenal sebagai Bang Elang, telah mengambil langkah-langkah untuk melestarikan sungai Ciliwung dan mengelola sampah secara efektif.

Salah satu langkah yang diambil oleh Bang Elang adalah dengan melepas ular asli endemik di sungai Ciliwung sebagai predator puncak yang dapat mengendalikan populasi tikus. Ular ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem sungai.

Selama melakukan penelusuran di sepanjang sungai Ciliwung di Depok, Bang Elang menemukan banyak pohon bambu yang tumbuh di sekitar sungai. Pohon bambu ini memiliki kemampuan untuk menyimpan air dan menahan erosi tanah. Keberadaan pohon bambu menjadi penting, karena dapat membantu mengurangi tingkat erosi yang terjadi di sekitar sungai.

RajaBackLink.com

Tidak jauh dari sepanjang aliran sungai Ciliwung, terdapat sumber mata air yang memiliki kandungan basa dan asam netral yang dapat diminum. Keberadaan sumber mata air ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan air bersih.

Setelah terjadinya banjir, Bang Elang rutin membersihkan sungai Ciliwung dengan tujuan untuk mengurangi tumpukan sampah yang ada di sungai. Pembersihan dilakukan secara teratur sebagai bagian dari upaya pelestarian sungai.

Bang Elang juga menganggap sungai Ciliwung sebagai tempat bermain dan belajar yang menjadi surga ketika bersih. Pasukan Bang Elang sering mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam upaya melestarikan sungai.

Selain itu, Komunitas Sungai Ciliwung Depok juga melakukan pengolahan sampah plastik yang terdampar di sungai. Mereka menghasilkan Ecobrick, yaitu batu bata yang terbuat dari botol plastik berukuran sedang yang diisi dengan sampah plastik. Dengan membuat Ecobrick, Bang Elang berkontribusi dalam mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Selain mengolah sampah plastik, mereka juga mengelola sampah organik dari masyarakat sekitar. Sampah organik diolah menjadi Eco Enzym dengan mencampurkannya dalam galon plastik. Selain itu, dedaunan bambu sekitar sungai juga dijadikan pupuk kompos melalui pengolahan khusus. Langkah ini membantu mengurangi jumlah sampah organik yang terbuang begitu saja. Namun ada juga jenis sampah berbahaya dan harus dikelola secara khusus, seperti lampu dan baterai. 

Selain melakukan upaya pelestarian dan pengelolaan sungai, Komunitas Sungai Ciliwung Depok juga aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar ikut serta dalam melestarikan sungai. Mereka berharap agar generasi muda juga turut serta dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai Ciliwung di masa depan.

Kelestarian sungai perlu dijaga. Langkah-langkah dalam menjaga kebersihan sungai dan mengelola sampah secara efektif merupakan langkah yang penting untuk mencapai tujuan ini. Dengan upaya bersama, kita dapat menjaga keberlanjutan ekosistem sungai Ciliwung, mencegah banjir, dan mengurangi polusi akibat sampah plastik.